Selasa, 04 April 2017

Ini Alasan Essien-Cole Tak Hadir di Latih Tanding Melawan Yahukimo FC

Ini Alasan Essien-Cole Tak Hadir di Latih Tanding Melawan Yahukimo FC

Saturday, 01 April 2017 | 20:39
Essien-Latihan-3Persib tanpa pemain bintangnya, Michael Essien dan Carlton Cole, saat memenangi laga latih tanding melawan Yahukimo FC, Sabtu (1/4) di Lapangan Lodaya Bandung. Keduanya diketahui sedang menyelesaikan proses tinggalnya di Indonesia.
“Hari ini mereka berdua enggak latihan, karena ada proses yang masih diselesaikan,” kabar Janur usai laga kepada awak wartawan.
Janur melanjutkan jikapun keduanya hadir saat laga, dirinya tak akan memainkannya karena berkaitan dengan kebugaran. Janur lebih memilih menyiapkannya menuju Liga 1 yang bakal kick-off 15 April ini.
“Disamping itu ada keluhan dan dia saya enggak paksa walaupun ada di sini. Saya enggak paksakan mainkan mereka baru dua kali latihan belum bisa bermain langsung, riskan juga,” bebernya.
Didapati beberapa pemain yang hadir tak turun dalam laga yang berkesudahan 1-0 itu. Diantaranya Rizky Hidayat, Rizki DG, dan Puja Abdillah. Mereka adalah pemain yang sedang menjalani seleksi di Persib.

Janur Tak Menyangka Yahukimo FC Beri Perlawanan Keras

Janur Tak Menyangka Yahukimo FC Beri Perlawanan Keras

Saturday, 01 April 2017 | 20:14
foto-persib-bandung-vs-yakuhimo-fc-DEDI-ATEP-SIM_0127Yahukimo FC berhasil buat Persib frustasi dalam laga latih tanding, Sabtu (1/4) di Lapangan Lodaya Bandung. Berhasil menahan imbang 0-0 di babak pertama, Persib hanya mampu sarangkan satu gol melalui tendangan Wildansyah menit 78 kepada klub kasta dua asal Papua itu.
Pelatih Persib Jajang Nurjaman tak menyangka perlawanan super ketat ditunjukkan lawan tandingnya kali ini. Mereka bermain disiplin dan melakukan pressing tinggi kepada tim arahannya.
“Kebetulan lawan kita bagus, enggak nyangka, mereka disiplin, mereka mau menekan, itu yang menyulitkan kita hari ini. Lawan uji coba kali ini bagus,” kata Jajang usai laga.
Janur pun merasa Yahukimo adalah lawan yang kuat seperti mereka menghadapi klub kasta setara. Padahal pada laga itu, Persib bermain dengan kapasitas pemain utama, walau tanpa Michael Essien, Carlton Cole, Febri Hariyadi dan Gian Zola.
“Lawan cukup bagus seperti kita lawan klub di Liga 1, menguji kita dengan tekanan. Vlado-Jupe (Vladimir Vujovic-Achmad Jufriyanto) jaga bola, mereka berani pressing (di lini pertahanan Persib),” papar Janur.
Penyelesaian akhir tanpa striker murni masih menjadi kendala Persib jelang 15 hari menuju kick-off Liga 1 melawan Arema FC. “Cara bermain sudah oke mulai padu, tapi problem kita dipenyelesaian akhir di mencetak gol,” koreksi Jajang.

Tak Mau Ditepikan, Tantan Siap Bersaing

Tak Mau Ditepikan, Tantan Siap Bersaing

Sunday, 02 April 2017 | 13:34
foto-latihan-uji-lapang-stadion-segiri-pbfc-tsc-2016-tantan_6588Tantan sosok striker dalam amunisi Persib musim ini. Gaya obrak-abrik pertahanan lawannya masih diandalkan pelatih Jajang Nurjaman dan ia percaya bahwa ‘Kujang Lembang’ itu bisa membantu tim mempertahankan gelar juara Liga Indonesia yang mati suri dua tahun ke belakang.
Tantan tak bisa ditepikan begitu saja. Musim lalu ia mengemas 867 menit bermain di turnamen Indonesian Soccer Championship (ISC) 2016, 25 kali bermain, 2 kali starter, dan cetak 2 gol. Persib hampir kalah dalam laga pembuka ISC atas Sriwijaya FC, peran super sub dan golnya hindarkan Maung Bandung dari kekalahan di kandang.
Musim ini terbilang sulit bagi pemain yang musim ini akan menginjak usia 35. Jatah bermain untuk pemain senior hampir habis karena regulasi menerapkan kewajiban tiga pemain muda starter. Belum lagi Persib punya empat pemain asing. Berarti hanya tiga jatah yang diperebutkan dalam 11 pemain untuk senior (karena satu jatah lagi dipegang kiper).
Sejak musim lalu Tantan sudah menjadi langganan masuk sebagai pemain pengganti. Begitu pula prediksi musim ini. Ia mesti bersaing dengan Febri Hariyadi, Agung Mulyadi, Atep dan Matsunaga Shohei. Namun, dalam obrolannya Tantan anggap persaingan sehat seperti biasa yang dialami semua pemain di klub.
“Ya, walupun masuk babak kedua tetap ingin berikan terbaik untuk tim ini bikin perubahan istilahnya,” kata Tantan menanggapi persaingan.
Ia juga tak ragu bersaing dengan pemain kelas dunia di lini depan Carlton Cole. Kedatangan eks West Ham United itu sejatinya adalah berkah, ia tak mau patah semangat dengan terus berusaha beri yang terbaik dalam latihan.
“Mudah-mudahan dapat berkah juga buat Persib, persaingan profesional yang penting jangan patah semangat dalam latihan kedatangan Cole jadi motivasi,” bebernya.

(Arena Bobotoh) Maitimo: Kebutuhan atau Keterpaksaan?

(Arena Bobotoh) Maitimo: Kebutuhan atau Keterpaksaan?

Monday, 03 April 2017 | 19:36
launching-pemain-persib-bandung-siliwangi-ulang-tahun-84-2017-5063Bandung, 14 Maret 2017. Pada tanggal itulah Persib tepat berumur 84 tahun. Seiring dengan hari jadinya tersebut, seorang pemain pun diperkenalkan. Tidak tanggung-tanggung, pemain yang dimaksud merupakan gelandang yang sudah malang melintang di liga-liga top Eropa. Ialah Michael Kojo Essien, pemain yang bahkan sudah mencicipi manisnya trophy UEFA Champions League bersama Chelsea. Kedatangannya pun tentu disambut positif oleh bobotoh. Harapan coach Djanur terhadapnya sangatlah tinggi. Ia diharapkan mampu menjadi jenderal lapangan tengah skuad Maung Bandung. Tetapi, manajer Persib, Umuh Muchtar mengatakan bahwa Essien bukanlah rekrutan terakhir. Masih ada 2 pemain yang diincar, dan salah satunya merupakan pemain lokal.
Takk perlu menunggu lama, beberapa nama pun mulai bermunculan. Khusus untuk pemain lokal, kandidatnya mengerucut menjadi 2 pemain: Raphael Maitimo dan Stefano Lilipaly. Ketertarikan coach Djanur kepada 2 pemain tersebut muncul karena ia menilai, masih ada kekosongan di lini tengah Persib. Kedatangan Essien pun seakan belum menjadi jawaban dari permasalahan tersebut. Walau coach sudah mengatakan bahwa ia akan memasang Essien sebagai playmaker, namun tetap saja posisi aslinya adalah gelandang bertahan. Memang, selepas perginya Makan Konate ke Malaysia, belum ada pemain lain yang sanggup tampil ciamik seperti dirinya. Robertino Pugliara dan Marcos Flores sempat memberi asa, tapi seiring dengan berjalannya waktu, penampilan kedua pemain tersebut ternyata masih dibawah ekspektasi.
Kembali ke topik awal, dari kedua nama tersebut (Maitimo dan Lilipaly), kans Persib untuk mendatangkan nama pertama jauh lebih besar. Maitimo berstatus free transfer setelah ia mengundurkan diri dari PSM Makassar. Berbeda dengan Lilipaly yang masih terikat kontrak dengan SC Cambuur, klub dari kasta kedua liga Belanda. Hari berganti hari, nama Maitimo semakin santer diberitakan akan berlabuh ke Persib. Namun, belum ada konfirmasi dari kedua belah pihak. Sampai akhirnya, dalam suatu wawancara di sebuah radio, Umuh Muchtar mengatakan Maitimo akan menjadi bagian Maung Bandung selama 1 musim ini. Maitimo pun akhirnya resmi diperkenalkan pada acara launching skuad Persib untuk musim 2017, berbarengan dengan eks penyerang tim nasional Inggris, Carlton Cole.
Kedatangan gelandang blasteran Indo-Belanda ini pun mengundang pro dan kontra. Jika kita melihat skuad Persib sekarang, pos gelandang tengah adalah pos yang paling ‘sesak’. Tercatat ada 7 nama di posisi tersebut, termasuk dengan Maitimo. Di satu sisi, hal ini menimbulkan efek positif, dimana Persib memiliki kedalaman skuad yang sangat baik. Tapi, di sisi lain, kedatangan Maitimo juga membuat sebagian bobotoh bertanya-tanya: Apakah Persib memang benar-benar membutuhkan Maitimo?
Jika kita menggali lebih dalam lagi, posisi asli pemain naturalisasi ini adalah gelandang tengah. Merujuk pada formasi Djanur selama Piala Presiden 2017, hanya ada 1 gelandang tengah yang dimainkan sebagai starting XI. Sedangkan, ada 3 nama lain yang memiliki posisi natural sebagai gelandang tengah: Kim Kurniawan, Dedi Kusnandar, dan Gian Zola. Kim merupakan gelandang inti Maung Bandung selama pagelaran ISC 2016. Penampilannya selama ISC pun cukup baik. Ia sukses menjadi box to box midfield – penghubung antara lini belakang dan lini depan. Sedangkan, Dedi Kusnandar baru didatangkan Persib pada awal 2017. Ia kembali setelah berkelana di Malaysia bersama Sabah FA.
Penampilannya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Ia datang bermodalkan salah satu pemain Timnas Indonesia di Piala AFF 2016. Untuk nama terakhir, ia mulai mendapatkan kepercayaan pada ajang Piala Presiden 2017. Regulasi yang mewajibkan setiap klub memainkan 3 pemain U-23 selama 45 menit membuatnya sukses mendapat tempat di atas lapangan, minimal selama 45 menit. Tetapi tunggu dulu, penampilan Zola pun berkembang sangat pesat. Yang terbaru, ia baru saja menjalani debutnya bersama Timnas Indonesia beberapa waktu lalu, ketika menghadapi Myanmar. Berdasarkan ulasan di atas, saya rasa sebenarnya Persib tidak perlu mendatangkan gelandang tengah lagi. Posisi Maitimo lainnya adalah gelandang bertahan. Memang posisi ini bukan posisi aslinya, tetapi ia cukup piawai jika ditugaskan sebagai ‘gelandang pengangkut air’. Namun, ia pun memiliki 2 saingan di posisi ini: Ahmad Basith dan sang legenda Persib, Hariono. Tidak mudah bagi Maitimo untuk menggusur posisi yang sudah diperankan Hariono selama 8 tahun terakhir. Terlebih, Hariono juga memiliki tempat spesial di hati bobotoh. Selain itu, posisi Basith pun akan sulit digeser, terlebih jika regulasi pemain U-23 tidak diubah.
Tetapi, sebelum Persib memperkenalkan Maitimo, Djanur mengatakan bahwa ia mencari seorang playmaker lokal berkualitas. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa Maitimo didatangkan untuk menjadi jenderal lapangan tengah Persib. Namun, perlu dicatat bahwa ketika Persib sukses mendatangkan Essien, Djanur mengatakan bahwa Essien kemungkinan akan diplot sebagai playmaker. Tentunya, akan sangat disayangkan jika Maitimo datang hanya untuk menjadi pelapis Essien.
Jadi, muncul satu pertanyaan yang mungkin juga menjadi pertanyaan bagi sebagian bobotoh lainnya. Apakah Maitimo didatangkan berdasarkan kebutuhan, atau kedatangannya terkesan dipaksakan hanya karena ia memiliki nama besar?
Tentu masing-masing dari kita memiliki pendapat sendiri akan pertanyaan tersebut. Namun, yakinlah bahwa coach Djanur lebih mengerti dan memahami apa yang dibutuhkan Persib. Saya yakin, keputusan mendatangkan Maitimo sudah dipikirkan secara matang, baik itu oleh staf pelatih, maupun manajemen. Dan, seperti yang sudah saya ungkapkan sebelumnya, kedatangan Maitimo pun membuat Persib memiliki kedalaman skuad yang luar biasa. Ketika ada beberapa pemain harus absen, entah itu karena cedera maupun akumulasi kartu, Djanur tidak perlu memutar otak. Banyak pemain lain –dengan kualitas tidak jauh berbeda- yang siap dimainkan. Terakhir, saya pun berharap, kedatangan Maitimo dapat memberi efek positif bagi Persib: Mempertahkan gelar juara liga yang telah diraih sebelumnya pada tahun 2014. #PersibJuara!

Dekat Dengan Suporter Rival, Maitimo Tetap Profesional

Dekat Dengan Suporter Rival, Maitimo Tetap Profesional

Monday, 03 April 2017 | 17:46
S_5881281689376Raphael Maitimo resmi berseragam Persib dan diperkenalkan secara resmi di acara launching tim kemarin. Sang pemain pun mengaku bahwa dia sebenarnya sudah mulai digoda oleh Persib untuk bergabung sejak beberapa musim lalu. Bahkan musim lalu dia juga dirayu namun masih tetap teguh untuk menunaikan tugasnya untuk membawa Arema meraih juara.
“Saya 3 tahun main di Indonesia. Tahun lalu saya juga ditawari masuk Persib tapi saya masih loyal sama Arema dan Persija juga klub luar biasa, punya fans fanatik. saya minta maaf kepada mereka,” ujar Maitimo di Mes Persib, Senin (3/4).
Namun setelah resmi hijrah dari Arema dan batal memperkuat PSM, Maitimo berjodoh dengan Persib. Dia pun menegaskan keputusannya merapat ke Kota Kembang merupakan pilihan yang sudah dipikirkan secara matang dan hasil berembuk dengan pihak yang ada di sekelilingnya. Baginya gabung Persib di musim ini adalah langkah tepat.
Persib memang sedang membangun kekuatan untuk menjuarai Liga 1 2017. “Saya masuk Persib bukan keputusan sendiri tetapi izin dari keluarga teman-teman. Ini adalah keputusan terbaik buat saya,” bebernya.
Maitimo sendiri datang ke Bandung dengan sebuah perjudian karena dia sebelumnya merupakan idola dari klub Persija dan Arema. Kedua klub itu memang punya friksi dari para kelompok suporter Persib. Tetapi Maitimo menegaskan tak gentar dengan riwayat perselisihan tersebut dan dia akan profesional membela klubnya.
“Kenapa takut, saya hormat sama Persija. Saya main dua bulan, saya menikmatinya dan saya juga dekat sama Jakmania. Ini sepakbola, target di Persib lebih jelas. Tapi Persija, Arema, PSM, Sriwijaya selalu di hati saya,” jelasnya.

Sergio Sambut Positif Merapatnya Maitimo ke Persib

Sergio Sambut Positif Merapatnya Maitimo ke Persib

Monday, 03 April 2017 | 20:15
foto-persib-bandung-latihan-di-arcamanik-jajang-nurjaman-cole-maitimo-SIM_1584Kedatangan Raphael Maitimo mendapat sambutan dari Sergio Van Dijk yang merupakan sahabatnya. Kedua pemain ini memang sama-sama merupakan pemain blasteran Belanda dan Indonesia. Mereka juga ialah pemain naturalisasi yang kini sudah jadi bagian dari skuat tim nasional Indonesia. Sergio menyebut Maitimo adalah gelandang yang akan sangat bermanfaat bagi tim.
“Saya pikir ini bagus. Hal pertama dia punya kualitas bagus, dia punya kemampuan bermain di banyak posisi. Itu bagus juga untuk coach, karena banyak pilihan buat dia untuk memainkan Maitimo,” jelas Sergio dalam wawancara, Senin (3/4).
Maitimo sendiri kini harus berpacu dengan waktu untuk segera menjalin chemistry dengan rekan setimnya yang baru. Mengingat peran Maitimo pun akan sangat krusial dalam skuat besutan Jajang Nurjaman. Sebagai pemain yang punya kapasitas bermain sebagai playmaker, besar kemungkinan dia akan banyak mendapat porsi dalam tim.
Namun Sergio tidak bisa banyak membantu adaptasi rekannya itu karena dia tengah fokus memulihkan cederanya di Jakarta. “Saya ada di Jakarta jadi saya tidak bisa banyak bantu adaptasi. Tapi saya yakin dia bisa,” terang pemain 33 tahun itu.
Soal merapatnya Maitimo, Sergio mengaku bahwa dia sudah merayu kompatriotnya itu untuk bermain bersama sejak musim lalu. “Waktu di Arema saya rayu dia untuk main di Persib. Akhirnya musim ini terjadi. Tapi itu bukan karena saya. Itu keputusan dia dan tim tentunya,” jelasnya

Karena Tiket Pesawat, Persib Batal Terbang ke Barito

Karena Tiket Pesawat, Persib Batal Terbang ke Barito

Monday, 03 April 2017 | 20:20
foto-persib-bandung-vs-yakuhimo-fc-AGUNG-SIM_0090Laga uji coba antara Persib Bandung dengan Barito Putra dipastikan batal setelah masalah tiket penerbangan membuat Atep dan kawan-kawan batal terbang. Sebelumnya tim Persib dijadwalkan tiba di Banjarmasin pada Selasa (4/4). Namun mereka tidak bisa berangkat langsung dari Bandung karena tiket sudah penuh terisi untuk besok.
“Masalah penerbangan tidak bisa kami penuhi, karena pada hari itu tiket full dan hanya ada satu kali penerbangan dari Bandung,” ujar asisten manajer Barito Putra, Syarifuddin Ardasa seperti dilansir Banjarmasin Post.
Batalnya pertandingan itu pun membuat Jajang Nurjaman harus memutar otaknya lebih keras. Karena dia sudah merancang laga tandang dengan klub selevel untuk mengasah mental anak asuhnya di markas kawan. Selain itu, rencana bentrokan ini juga sudah dirancang sejak lebih dari 2 ekan ke belakang namun harus berujung pembatalan.
“Ya pasti lah (mengganggu) karena pertandingan ini sebenarnya sudah direncanakan dari jauh-jauh hari, apalagi itu pertandingan away yang penting,” ungkap pelatih yang akrab disapa Janur itu di Mes Persib, Senin (3/4).
Yang lebih membuat Janur kecewa adalah pembatalan pun terkesan mendadak. Dirinya pun kini dipaksa untuk membuat laga alternatif pada Rabu (5/4) mendatang karena Persib sesuai program harus turun berlaga di tanggal tersebut. Sedangkan sekarang mereka harus mencari lawan yang kualitasnya setara dalam waktu kurang dari 2 hari.
“Pembatalannya last minute lagi, jadi saya pun harus mengubah program. Saya belum bisa menentukan di hari Rabu apa bisa menggelar uji coba dalam waktu mepet begini dengan tim yang lain apa tidak disini. Paling tidak, karena waktunya yang terlalu mepet,” jelasnya.

Ini Alasan Maitimo Pilih Nomor Keramat di Persib

Ini Alasan Maitimo Pilih Nomor Keramat di Persib

Monday, 03 April 2017 | 18:15
launching-pemain-persib-bandung-siliwangi-MaitimoRekrutan pamungkas Persib musim ini, Raphael Maitimo mengenakan kostum bernomor punggung 10. Dia akan menjadi suksesor Konate Makan dan Robertino Pugliara yang dalam musim-musim sebelumnya menjadi sosok sentral di pusat permainan. Bebannya juga tergolong berat karena dia akan memakai ‘nomor keramat’ di Maung Bandung.
Sebenarnya Maitimo tidak membuat permintaan khusus soal nomor punggung yang akan dia kenakan bersama Persib. Secara kebetulan nomor yang identik dengan gelandang itu pun masih kosong di tim Persib. Tanpa pikir panjang, Maitimo pun menjatuhkan pilihan mengenakan seragam nomor 10.
“Mereka tanya saya mau nomor berapa. Saya main dengan nomor 8, 10, 17, 20 bebas aja terserah. Saya gelandang jadi saya pilih 10,” kata pemain blasteran Belanda-Indonesia tersebut ketika diwawancara di Mes Persib, Senin (3/4).
Mengenai peran dia di tim, Maitimo menegaskan dia punya banyak kemampuan mengisi sejumlah posisi. Bukan hanya sebagai holding midfielder, pria 33 tahun itu mampu menjadi figur playmaker di tim. Maitimo pun mengaku punya kapasitas main sebagai pemain belakang sampai pemain depan. “Saya bisa striker, tengah, belakang teatpi saya tidak bisa jadi kiper,” ujarnya.
Maitimo pun dituntut untuk segera nyetel dengan tim ketika kompetisi menyisakan waktu kurang dari 2 pekan. Tetapi gelandang yang musim lalu bermain untuk Arema itu yakin dia akan cepat tune in dengan rekan setimnya yang baru lantaran cukup banyak pemain yang sudah pernah bermain dengan dia terutama di tim nasional.
“Harus bisa adaptasi sedikit. Karena saya kenal banyak pemain di sini. Saya akan berikan 100 persen untuk Persib sekarang, jadi saya siap,” tegas Maitimo.

Jamu Bali United, Janur Tidak Takut Taktiknya Terbaca Lawan

Jamu Bali United, Janur Tidak Takut Taktiknya Terbaca Lawan

Tuesday, 04 April 2017 | 18:05
foto-persib-bandung-latihan-di-arcamanik-jajang-nurjaman-SIM_1602Setelah batal bertamu ke Banjarmasin guna memainkan laga uji coba kontra Barito Putra, Persib bersiap menatap laga berikutnya. Maung Bandung rencananya menjamu Bali United di Bandung. Kabarnya Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi opsi pertama panpel dalam pertandingan yang digelar pada Sabtu (8/4) mendatang.
Menghadapi klub sesama kontestan Liga 1, resiko permainan Persib akan diketahui oleh lawannya. Terbacanya skema bermain Maung Bandung bisa jadi bumerang karena laga sebenarnya baru akan dimulai di kompetisi resmi nanti. Meski begitu Jajang Nurjaman mengaku dia tidak mempermasalahkan kemungkinan tersebut.
“Engga juga karena ini kan persiapan. Engga masalah buat saya nanti lawan jadi tahu kekuatan kita justru itu untuk mengukur persiapan kita dan evaluasi sudah siap apa belum,” jelas Jajang dalam sesi wawancara di Mes Persib, Selasa (4/4).
Mengenai kemungkinan 3 pemain baru Persib turun berlaga pada laga kontra Serdadu Tridatu, Janur tak mau berspekulasi. Dia masih harus memantau perkembangan fisik Raphael Maitimo, Michael Essien serta Carlton Cole. Karena ketiga rekrutan anyar ini belum lama berlatih dan masih harus ‘memanaskan’ mesinnya sebelum merumput.
Tim pelatih pun kini sedang memberikan program khusus kepada ketiga pemain itu. “Belum tentu mereka bisa, kita pantau terus perkembangan kondisi fisiknya hari demi hari,” jelasnya.
Pelatih berusia 59 tahun ini juga menolak membeberkan persentase kemungkinan para pemain baru itu akan merumput atau tidak. “Belum tahu kalau ditanya persentasenya, karena mereka kan baru 2 kali latihan,” jelasnya.

Persib Fokus Benahi Kondisi Fisik Amunisi Anyar

Persib Fokus Benahi Kondisi Fisik Amunisi Anyar

Tuesday, 04 April 2017 | 17:59
launching-pemain-persib-bandung-siliwangi-Essien
Raphael Maitimo sudah mengikuti latihan bersama rekan-rekannya yang lain setelah resmi diperkenalkan pada launching tim lalu. Gelandang naturalisasi dari Belanda itu pun berpacu dengan waktu untuk mengejar ketertinggalan kondisi fisiknya dari pemain lain. Sedangkan Persib sudah mulai bertarung di Liga kurang dari 2 pekan.
Namun Jajang Nurjaman mengatakan dia tidak mau terlalu bernafsu memacu kebugaran Maitimo. “Pelan-pelan lah kan dia juga perlu adaptasi sama tim ini terutama soal fisik,” ujar Jajang dalam wawancara di Mes Persib, Selasa (4/4).
Janur beserta tim pelatih pun sudah menyiapkan program khusus kepada eks pemain Arema FC tersebut. Bahkan bukan cuma untuk Maitimo, dia juga menyiapkan program tersebut kepada Michael Essien dan Carlton Cole. Mereka memang masih bermasalah soal kebugaran karena sama-sama baru bergabung dengan tim pada pekan lalu.
“Kemarin kan kita sudah memulai program khusus buat mereka, bukan cuma Maitimo, tapi Essien sama cole juga. Kami upayakan dalam Seminggu ini mereka sudah fit,” jelasnya.
Menu latihan fisik pun diberikan Janur kepada 3 pemain tersebut untuk mengatrol level kebugaran mereka. Ketika amunisi lain sudah banyak berlatih taktik dengan menggunakan bola, Maitimo dan kolega dipaksa latihan terpisah. Cuma dengan cara itu semua pemain bisa berada dalam kondisi siap tempur menghadapi Arema di laga perdana Liga 1 nanti.
“Dari materi juga beda dan kita mulai dari aerobic untuk mempercepat kondisinya pulih. Jadi tanggal 15 (April) Insya Allah mereka sudah di top condition,” kata Janur.

Duet Maut Persib Gatal Ingin Jalani Debut

Duet Maut Persib Gatal Ingin Jalani Debut

Tuesday, 04 April 2017 | 19:37
S_5881274422908Sambutan meriah selalu didapat oleh Michael Essien serta Carlton Cole sejak dua mantan punggawa Chelsea ini bergabung ke Persib. Bahkan mereka juga mendapatkan teriakan histeris saat diperkenalkan dalam launching tim. Untuk membalas segala dukungan dari Bobotoh, mereka pun ingin segera memberikan kontibusi pada tim.
Disampaikan oleh agen yang mewakili Essien dan Carlton Cole, Amougou Mathieu pun menyampaikan tekad kliennya. Mathieu mengatakan bahwa kedua pemain bintang Maung Bandung itu ingin segera mencicipi atmosfer pertandingan kompetisi Liga 1 nanti. Mereka tak sabar mewujudkan ambisinya membawa Persib kembali naik tahta.
“Mereka bilang kepada saya terus menyiapkan kondisi buat main liga nanti. Essien sama Cole ingin membantu Persib dan memberikan kemenangan,” ujar Mathieu sebagai perwakilan Essien dan Cole kepada wartawan, Selasa (4/4).
Kedua pemain ini kini sedang mendapat treatment khusus dari staf pelatih Persib. Karena secara level kebugaran fisik, mereka sama-sama masih jauh dari kata ideal sejak tiba di Bandung pekan lalu. Namun Essien dan Cole sudah memiliki keinginan untuk melakukan debut dengan balutan jersey Pangeran Biru secepatnya.
Persib memang akan memainkan partai uji coba kontra Bali United akhir pekan ini. “Ya mereka juga mau melihat antusiasme Bobotoh mendukung Persib dengan besar saat pertandingan nanti. Mereka ingin timnya menang,” tukasnya.

coretan adika

6 Fakta Anak Kedua dari Tiga Bersaudara

Kalau Kamu Anak Kedua dari Tiga Bersaudara, 6 Fakta Ini Pasti Akrab Denganmu Dibandingkan anak sulung atau anak bungsu, anak kedua dari...