17 Karakter, Sifat dan Kebiasaan Orang Sunda
Kebiasaan Orang Sunda –
Orang Jawa Barat yang sebagian besar termasuk dalam suku sunda memiliki
ciri khas tertentu yang membedakannya dengan suku lain, baik dari
tekstur wajah, gaya bicara maupun sifat.
Leluhur sunda yang dikenal memiliki
watak lemah lembut, mewariskan sifat-sifat yang melekat dalam diri orang
sunda dan menjadi keunikan tersendiri ketika mereka berbaur dengan
masyarakat lainnya.
Inilah Orang Sunda Dengan Segala Sifat dan Kebiasannya
Meskipun hal-hal berikut ini tidak
mutlak mencerminkan sifat, karakter dan kebiasaan orang sunda secara
keseluruhan, namun ya beginilah realitanya, mayoritas masyarakat sunda
pasti memiliki 50% dari fakta yang kami sampaikan berikut ini. hehe
1. Ramah, Sopan dan Pastinya Murah Senyum
Pada umumnya orang sunda itu ramah, sopan dan murah senyum kepada siapa saja, meskipun kadang pada orang yang belum dikenalnya.
Dalam diri orang sunda ada filosopi “Soméah Hade ka Sémah” yang artinya ramah, bersikap baik, menjaga, menjamu dan membahagiakan setiap tamunya atau setiap orang.
Budaya dalam masyarakat sunda sangat menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan kesopanan, itulah kenapa orang sunda dikenal murah hati dan baik terhadap sesama apalagi terhadap orang yang lebih tua ataupun belum dikenal.
2. Lucu dan Humoris Pisan
Selera humor orang sunda itu tinggi, kadang mereka dapat membuat kamu tertawa meski dalam situasi serius sekalipun, tengok saja Walikota Bandung, Ridwan Kamil yang hanya dengan status-status di media sosialnya saja dapat membuat kita tertawa terpingkal-pingkal.
Selain itu, banyak sekali banyolan-banyolan atau bodoran dalam bahasa Sunda. Seperti Bodoran wayang golek, cangehgar, lawakan kang Ibing, Dongeng-dongeng sunda, Si Ijem, Ceramah Jujun, Lawakan Ohang yang dapat membuat hidup orang sunda penuh dengan senyum.
3. Gak Bisa Membedakan Huruf F dan P
Orang sunda dikenal susah membedakan atau ngomong huruf F dan P (meskipun tidak semuanya), Ketika menyebut Fitnah mereka malah menyebut Pitnah.
Sebetulnya ada penjelasan ilmiah mengapa orang sunda tidak bisa mengatakan huruf F atau V. salah satunya karena huruf tersebut memang tidak dikenal dalam aksara sunda (Kaganga) di jaman dulu. Hal ini mungkin menular turun temurun dan menjadi sebuah kebiasaan.
Karena saya perantau, kadang teman saya dirantau suka mengetes (ngeledek lebih tepatnya. he) di suruh mengatakan kata-kata yang ada hurup F nya . ya.. ujung-ujungnya malah diketawain.
Begitupun ketika berada dilingkungan pesantren, beberapa dari ustadz yang ngajar saya mengaji langsung bisa menebak saya berasal dari sunda, karena ada beberapa huruf Al-Quran yang hanya orang sunda yang melafalkannya demikian.
4. Logat Ngomongnya Itu Khas
Hanya dari logat bicaranya saja orang sunda dapat langsung dikenali. Meskipun berbicara menggunakan bahasa Indonesia orang sunda kadang masih membawa dialek aslinya yang khas dan ‘bergelombang’.
Di sunda sendiri, logat atau nada bicara antara daerah kadang berbeda satu ke daerah lainnya , mereka memiliki intonasi masing-masing yang terdengar lucu dan menggelikan bagi sebagian orang.
5. Orang Sunda Gak Suka Merantau? Masa Sih?
Ya.. mau gimana lagi, tho pusat keramaian ada di Bandung dan Jakarta sebagai Ibukota, orang sunda itu gak mau merantau karena nyaman sendiri di tempat tinggalnya yang juga subur. Tapi banyak juga koq guys .. sekarang orang sunda yang hidup merantau, apalagi untuk tujuan pendidikan.
6. Mempunyai Nama Yang Unik dan Sama
Waktu SD sampai SMA, pasti minimal ada 3 nama asep di dalam kelas, Asep Badruddin lah, Asep Tomang lah, Asep Guntur lah, Asep Asepudin Safiudin Nasrudin lah.
Kebiasaan orang sunda terutama kolot baheula (orang tua jaman dulu) lebih senang memberi nama anak mereka dengan nama seperti.
“Asep, Dede, Sri … , Jajang, Enjang, Ujang, Aam, Aceng, Ade, Cecep, Dedi, Cecep, Encep, Eneng, Euis, Kokom, Elis.”
yang dikombinasikan dengan akhiran yang sama dengan nama awal seperti.
Asep Surasep,
Dede Sunade,
Cecep Gumasep,
Euis Suherlis.
Karena kebanyakan orang bernama sama di dalam kelas, kadang sang guru menyiasati situasi tersebut dengan mengganti nama akhiran
dengan angka, seperti
Nama Asep Hermawan jadi Asep 1,
Asep Dosol Jadi Asep 2,
Asep Sunandar jadi Asep 3 dan seterusnya.
7. Dilarang Menikah Sama Orang Jawa? Kenapa Ya?
Kebiasaan orang sunda jaman dahulu takut kualat kalau anaknya menikah dengan orang jawa, sebetulnya ini hanya mitos saja. Namun di masa kini pun masih banyak yang percaya, jika orang sunda dan jawa disatukan dalam pernikahan maka kehidupan keluarganya-pun gak bakalan langgeng.
Mengenai mengapa orang tua sunda kadang melarang menikah dengan orang jawa salah satunya karena dendam dari Perang Bubat antara kerajaan Pajajaran dengan Kerajaan Majapahit di masa lalu.
Namun bisa juga karena karakter dari orang Jawa dan Sunda yang saling bertolak belakang satu sama lainnya. Tapi banyak juga koq orang sunda dan jawa yang menikah dan kehidupan
mereka fine – fine aja.
8. Orang Sunda (Katanya) Gareulis dan Garanteng
Dalam bahasa Indonesia artinya Cantik-cantik dan Tampan-tampan, tatar sunda terkenal dengan wanita-wanitanya yang cantik dan kemayu, di sunda sendiri ada istilah mojang priangan yang menggambarkan kecantikan dan karakter wanita sunda.
Kalau kamu sedang mencari pendamping hidup, Main-main laaah ke daerah sunda … Insya Allah bertemu jodoh terbaik .. Aamiin 🙂
Tidak ada komentar:
Posting Komentar